MAKALAH
ANALISIS WACANA
DISUSUN OLEH :
LENI MARIYANI
(2011230083)
INSTITUT
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (IISIP)
JAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
Paradigma adalah pola pemikiran atau pola pandangan yang membawa seseorang kearah
penelitian. Paradigma terbagi
menjadi 3 yaitu Paradigma (Teori) Kritis, Paradigma (Postpositivisme) Klasik,
dan Paradigma (Interpretif) Konstruktivisme. Dalam analisis wacana Paradigma
Kritis dan Paradigma Konstruktivisme saja yang digunakan, sedangkan Paradigma Klasik digunakan dalam
analisis isi kuantitatif.
Paradigma Kritis dan Paradigma Konstruktivisme masuk ke
dalam metode penelitian kualitatif. Sedangkan
Paradigma Klasik masuk ke
dalam metode penelitian kuantitatif.
Paradigma Kritis lebih menganalisa dengan cara teori.
Sedangkan Paradigma konstruktivisme lebih menganalisa dengan cara interpretasi
data yang ada. Maka dengan penjelasan tersebut saya memilih menggunakan
paradigma kritis, sebab karikatur dapat dianalisis dengan paradigma kritis .
Paradigma
Kritis merupakan salah satu paradigma yang di munculkan oleh mazhab
Frankurt. Dalam paradigma kritis, wacana dipahami sebagai sebuah
tindakan. Paradigma
kritis menggambarkan dunia sebagai suatu
sistem yang tidak seimbang melainkan sebagai suatu sistem yang mengandung
dominasi, eksploitasi, pengorbanan, penindasan dan kekuasaan. Teori kritis
berusaha mengungkap segala tabir yang menutup kenyataan yang tak manusiawi
terhadap kesadaran manusia. pandangan kritis, wacana dipandang sebagai praktik
ideologi, atau pencerminan dari ideologi tertentu. paradigma kritis, wacana
diproduksi, dimengerti, dan ditafsirkan dalam konteks tertentu.Dalam paradigma
kritis, wacana ditempatkan dalam konteks kesejarahan tertentu.
Paradigma Kritis menurut Mazhab Frankurt :
· Adanya
realitas Semu
· Adanya
Kritik, transformasi sosial, penguatan sosial.
· Realitas
yang dijembatani oleh nilai – nilai tertentu.
·
Perspektif Interpretif Kritis bersifat
Subyektif.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Semiotik
Semiotik
(semiotics) berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti tanda atau sign.
Tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif,
mampu menggantikan suatu yang lain yang dapat dipikirkan atau dibayangkan
(Broadbent, 1980). Semiotik adalah ilmu
yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda.
Pada
mulanya, istilah semiotik (semieon) digunakan oleh orang Yunani untuk merujuk
pada sains yang mengkaji sistem perlambangan atau sistem tanda dalam kehidupan
manusia. Dari akar kata inilah terbentuknya istilah semiotik, yaitu kajian
sastra yang bersifat saintifik yang meneliti sistem perlambangan yang berhubung
dengan tanggapan dalam karya. Bukan saja merangkumi sistem bahasa, tetapi juga
merangkumi lukisan, ukiran, fotografi atau lainnya yang bersifat visual.
Perhatian semiotik adalah mengkaji dan mencari tanda-tanda dalam wacana serta
menerangkan maksud dari tanda-tanda tersebut dan mencari hubungannya dengan
ciri-ciri tanda itu untuk mendapatkan makna signifikasinya.
B. Roland Barthes (1915-1980).
Roland
Barthes adalah penerus pemikiran Saussure. Barthes menekankan interaksi antara
teks dengan pengalaman personal dan kultural penggunanya, interaksi antara
konvensi dalam teks dengan konvensi yang dialami dan diharapkan oleh penggunanya.
Gagasan Barthes ini dikenal dengan ‘order of signification’, yang mencakup
denotasi (makna sebenarnya sesuai kamus), konotasi (makna yang lahir dari
pengalaman kultural dan personal), dan mitos. makna konotasi berkembang menjadi
makna denotasi, maka makna denotasi tersebut akan menjadi mitos
BAB
III
ANALISIS
KARIKATUR

Ø Makna
Denotasi.
Makna
Denotasi adalah Makna sebenarnya sesuai
kamus. Dalam karikatur tersebut tampak seorang laki-laki. Ada sebuah tulisan
BRUUKKK.., HAMBALANG, inilah.com, MRTaQi,
dan OOYY TANGGUNG JAWAB DONK..
Selain
itu tampak sebuah bangunan dan sebelah tangan .
Ø Makna
Konotasi.
Makna konotasi adalah makna yang lahir
dari pengalaman kultural dan personal.
Dalam karikatur tersebut tampak seorang
laki-laki berambut hitam belah pinggir, alis yang berkerut, mata yang melotot
melihat kearah gedung hambalang, berkumis tebal, senyum sinis yang menandakan
pria tersebut sedang marah, berdasi ungu, berstelan jas biru,tangan yang
mencengkram, bersepatu hitam, dan berkaos kaki putih. Serta posisi tubuh yang
tidak seimbang dengan kaki yang terangkat sebelah. Pria tersebut adalah Andi
Malaranggeng yang merupakan mantan menteri pemuda dan olahraga.
Tampak sebelah tangan manusia yang menarik
kumis Andi Malaranggeng, tangan tersebut merupakan rekan kerja Andi Malaranggeng dalam proyek
hambalang yang tersangkut kasus korupsi, ini merupakan tanda bahwa rekan kerja Andi
Malaranggeng tidak puas karena Andi Malaranggeng terlalu lama dijadikan
tersangka kasus korupsi hambalang.
Tulisan inilah.com
berwarna merah dengan huruf I yang
berwarna biru dan dicetak miring. Bermakna bahwa karikatur itu berasal dari
inilah.com
Tulisan
OOYY
TANGGUNG JAWAB DONK.. yang dicetak tebal berwarna hitam
yang merupakan ucapan dari Andi Malaranggeng bermakna bahwa Andi marah dan
protes terhadap kinerja rekan kerja nya dalam proyek hambalang karena
proyek tersebut gagal diselesaikan sebab
dana proyek di korupsi oleh rekan kerja Andi Malaranggeng.
Tulisan BRUUKKK..,
ditulis dengan huruf capital dan berwarna putih. Tulisan tersebut bermakna
bahwa gedung hambalang yang roboh dan ambruk menjadi hancur sebab konstruksi
tanah yang tidak baik.
Tulisan HAMBALANG dicetak dengan huruf capital dengan warna hitam yang bermakna
menunjukkan bahwa gedung tersebut bernama hambalang.
Ø MITOS
Mitos yang ada dalam karikatur tersebut
adalah bahwa karikatur dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih kritis lagi
dalam mengawasi kinerja para petinggi di pemerintahan.
Bangunan yang runtuh menujukkan bahwa
tidak serius nya orang-orang yang bekerja dalam proyek hambal;ang. Sedangkan
para petinggi di negeri ini sibuk untuk saling tuduh satu sama lain karena
takut terseret menjai tersangka kasus korupsi hambalang, hal tersebut terbukti
dalam tulisan OOYY TANGGUNG JAWAB
DONK..dan gambar sebelah tangan
manusia yang menarik kumis Andi Malaranggeng.
Brukkk… adalah tulisan karikatur yang
menujukkan bahwa hancurnya kepercayaan masyarakat Indonesia pada pemerintah
karna untuk membangun fasilitas umum saja dananya tetap di korupsi.
BAB IV
KESIMPULAN
Karikatur tersebut
bercerita bahwa kasus
hambalang menimbulkan efek yang
besar bagi masyarakat. Karikatur ini adalah
bentuk sindiran terhadap orang-orang yang bekerja
dalam proyek hambalang.
Karna kasus korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut membuat masyarakat kurang mempercayai kinerja
pemerintahan Indonesia.
Inilah.com berusaha menyampaikan pesan kepada khalayak
bahwa kinerja para petinggi di negeri ini tidak memuaskan .dan dengan memahami
karikatur ini melalui analisis semiotic Roland
Barthes maka pesan tersebut dapat dimengerti isi pesannya.
Para petinggi
di negeri ini seperti Andi Malaranggeng, Nazarrudin, dan Angelina
sondakh menujukkan bahwa mereka saling tuduh-menuduh satu sama lain, yang menujukkan
mereka hanya memikirkan diri sendiri karna tidak puas sebab mereka terseret
menjadi tersangka dalam kasus korupsi hambalaang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar