Kamis, 02 September 2010

Sampah Masalah Kita Semua



Sampah Suatu masalah yang sampai saat ini menjadi momok yang tidak bisa kita selesaikan dengan tuntas.memang pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi masalah ini,namun jangan hanya pemerintah saja yang di berikan tugas untuk memberantas masalah ini. Kita juga harus turut andil mengambil bagian di dalamnya.

Suatu hari saya pernah mengikuti suatu lomba origami jepang se-JABODETABEK di suatu Universitas di Depok.saya melihat disana begitu indah dan megahnya Universitas ini,namun saya merasa sedih karna di sudut-sudut kampus Jurusan seni dan budaya banyak sekali sampah-sampah yang menggunung.”Mengapa di sebuah universitas besar dan megah seperti UI harus menghasilkan masalah baru untuk pemerintah seperti ini?”. Ini sangat jauh berbeda dengan salah satu sekolah di Depok juga yakni SMPN 11 DEPOK di sana anda tidak akan melihat sampah sekecil apapun berserakan ,karna para murid dan guru di biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya.Selain itu tiap-tiap kelas akan di berikan 2 tempat sampah sekaligus oleh pihak sekolah masing-masing untuk sampah organic dan sampah anorganik. Dua hal yang berbeda “mengapa murid-murid SMP lebih antusias terhadap lingkungan sekitarnya? di bandingkan dengan mahasiswa yang dilihat dari sisi ilmu pengetahuannya dan umurnya lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak SMP tersebut”.
Saya berharap kepada Walikota Depok untuk lebih memperhatikan masalah ini.
Walaupun sampah merupakan barang yang terbuang, namun sesungguhnya sampah memiliki dampak positif bila dikelola dengan baik. Sebagai contoh sampah merupakan uang bagi para pemulung, mereka memungut sampah yang berserakan dan menjualnya. Tindakan tersebut selain menghasilkan uang juga dapat membersihkan lingkungan.

Selain pemulung para pengrajin juga membutuhkan sampah, mereka mengolah sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti taplak meja, hiasan dinding dan lain- lain. Hal tersebut memang terlihat sulit, namun dewasa ini sangat banyak berdiri rumah tangga produksi yang mengolah sampah menjadi barang- barang yang lebih berguna. Contohnya adalah salah satu pengusaha di Depok yang bernama Raisya yang menggeluti usaha mendaur ulang barang bekas (kaleng) menjadi barang berguna seperti tong sampah, meja belajar, dan lain-lain. Dengan bermunculannya pengusaha seperti Raisya tersebut pengangguran di Kota Depok akan berkurang dan juga sampah-sampah di daerah Kota Depok diharapkan jumlahnya menipis.

Walaupun banyak berdiri industri rumah tangga seperti rumah tangga yang memproduksi sampah menjadi barang yang lebih berguna, namun jumlah sampah sepertinya tidak berkurang. Penyebab hal tersebut adalah kesadaran kita terhadap lingkungan. Walaupun ingin memiliki lingkungan yang bersih dan sehat, namun jika kita tetap sembarangan membuang sampah, lingkungan kita akan menjadi kotor dan tidak sehat. Untuk itu dibutuhkan kesadaran sehingga lingkungan kita dapat menjadi lingkungan yang bersih dan sehat.

Kesadaran tersebut bukan hanya berbentuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengelompokkan sampah sesuai golongannya, seperti sampah daun- daunan yang cepat busuk ditaruh pada tempat sampah organik untuk dijadikan pupuk yang akan menyuburkan tanah. Begitu juga dengan sampah plastik dibuang di tempat sampah anorganik untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna. Dengan menjalankan hal tersebut maka kita dapat lebih mudah membersihkan lingkungan dari sampah.

Demi bersih dan sehatnya lingkungan kita, Apakah kita dapat melakukan hal tersebut?
karna kalau bukan kita yang melestarikan lingkungan Depok ini siapa lagi yang melakukannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar