Kamis, 25 Juli 2013




TUGAS AKHIR BISNIS INTERNASIONAL
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN FISIK DAN LINGKUNGAN NEGARA JEPANG DENGAN PERUSAHAAN HONDA

Oleh:
LENI MARIYANI (2011230083)

ABSTRAK

Setiap Negara memiliki kekuatan fisik dan lingkungan yang berbeda antara satu Negara dengan Negara yang lainnya, sehingga dalam memenuhi kebutuhan nya maka Negara tersebut melakukan perdagangan internasional.

Kekuatan fisik dan lingkungan adalah alasan mengapa suatu barang di produksi di Negara tersebut. Penulis membahas kekuatan fisik dan lingkungan Negara Jepang, Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah, tetapi dengan melakukan perdagangan maka dapat menolongnya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya,

Negara jepang terkenal sebagai Negara yang memiliki teknologi yang canggih, sehingga barang yang di produksinya memiliki kwalitas yang baik dan dapat dipercaya oleh para konsumen nya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara Negara jepang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya meskipun sumber daya alam yang dimilikinya minimal jumlahnya.

Subyek penelitian adalah perusahaan otomotif Negara jepang yaitu perusahaan Honda, sebab perusahaan Honda memiliki cabang perusahaan yang sudah ada hampir diseluruh dunia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Honda memiliki sumber daya manusia (karyawan) yang pekerja keras dan mempunyai keahlian yang baik sehingga dalam memproduksi suatu barang hasilnya selalu baik dan tepat waktu, selain itu perusahaan Honda selalu melakukan riset sehingga produksi otomotif nya selalu mendapat tempat dihati para konsumen, dan modal yang dikucurkan pemilik perusahaan juga besar oleh sebab itu maka perusahaan honda dapat berkembang pesat.

Kata kunci : kekuatan fisik dan lingkungan, teknologi, pertumbuhan ekonomi






                                
A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Dari segi kekuatan fisik dan lingkungan negara Jepang memiliki sumber daya alam yang rendah, selain SDA yang minim Negara jepang juga memiliki demografi yang rentan akan bencana gempa bumi dan hal ini membuat kekhawatiran bagi para pebisnis untuk mengatasi hal ini maka Cara yang ditempuh oleh jepang adalah dengan membentuk industrisasi di negaranya dan dengan teknologi yang dimiliki nya maka ancaman bencana tersebut dapat diatasi.

Ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi Jepang merupakan ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina dalam istilah paritas daya beli internasional. Ekonominya sangat efisien dan bersaing dalam area yang berhubungan ke perdagangan internasional, tapi produktivitas lebih rendah di bidang agriklutur, distribusi, dan pelayanan.

Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dari 1960-an ke 1980-an, ekonomi Jepang merosot secara drastis pada awal1990-an, ketika "ekonomi gelembung" jatuh. Persediaan kepemimpinan industri dan teknisi, pekerja yang berpendidikan tinggi dan bekerja keras, tabungan dan invesatasi besar dan promosi intensif pengembangan industri dan perdagangan internasional telah memproduksi ekonomi industri yang matang.

Meskipun prospek ekonomi jangka panjang Jepang masih bagus, namun sekarang dia berada dalam resesi terburuknya sejak Perang Dunia II. Harga saham dan properti tetap yang turun, menandai akhir dari "ekonomi busa" 1980-an. GDP nyata di Jepang tumbuh rata-rata sekitar 1% antara 1991-98, dibandingkan dengan 1980-an sekitar 4%. Pertumbuhan di Jepang pada dekade ini lebih rendah dari pertumbuhan negara maju lainnya. Jepang memasuki masa resesi pada awal millenia, dimulai oleh resesi di Amerika Serikat, tetapi sejak 2003 telah mulai tumbuh kembali dengan kuat dan pada 2004 menikmati pertumbuhan tertinggi sejak 1990.

Bahkan Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2006. Jepang memiliki lebih dari 3.000 pulau yang terletak di pesisir Lautan Pasifik di timur benuaAsia. Istilah Kepulauan Jepang merujuk kepada empat pulau besar, dari utara ke selatan,Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu, serta Kepulauan Ryukyu yang berada di selatan Kyushu.

Sekitar 70% hingga 80% dari wilayah Jepang terdiri dari pegunungan yang berhutan,dan cocok untuk pertanian, industri, serta permukiman. Daerah yang curam berbahaya untuk dihuni karena risiko tanah longsor akibat gempa bumi, kondisi tanah yang lunak, dan hujan lebat. Oleh karena itu, permukiman penduduk terpusat di kawasan pesisir. Jepang termasuk salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia.

Gempa bumi berkekuatan rendah dan sesekali letusan gunung berapi sering dialami Jepang karena letaknya di atas Lingkaran Api Pasifik di pertemuan tiga lempeng tektonik. Gempa bumi yang merusak sering menyebabkan tsunami.

Setiap abadnya, di Jepang terjadi beberapa kali tsunami. Gempa bumi besar yang terjadi akhir-akhir ini di Jepang adalah Gempa bumi Chūetsu 2004 dan Gempa bumi besar Hanshin tahun 1995. Keadaan geografi menyebabkan Jepang memiliki banyak sumber mata air panas, dan sebagian besar di antaranya telah dibangun sebagai daerah tujuan wisata.

Jepang berada di kawasan beriklim sedang dengan pembagian empat musim yang jelas. Walaupun demikian, terdapat perbedaan iklim yang mencolok antara wilayah bagian utara dan wilayah bagian selatan. Pada musim dingin, Jepang bagian utara seperti Hokkaido mengalami musim salju, namun sebaliknya wilayah Jepang bagian selatan beriklim subtropis. Iklim juga dipengaruhi tiupan angin musim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik pada musim dingin, dan sebaliknya pada musim panas.

Iklim Jepang terbagi atas enam zona iklim:
·         Hokkaido: Kawasan paling utara beriklim sedang dengan musim dingin yang panjang dan membekukan, serta musim panas yang sejuk. Presipitasi tidak besar, namun salju banyak turun ketika musim dingin.

·         Laut Jepang: Di pantai barat Pulau Honshu, tiupan angin dari barat laut membawa salju yang sangat lebat. Pada musim panas, kawasan ini lebih sejuk dibandingkan kawasan Pasifik. Walaupun demikian, suhu di kawasan ini kadangkala dapat menjadi sangat tinggi akibat fenomena angin fohn.

·         Dataran Tinggi Tengah: Wilayah ini beriklim pedalaman dengan perbedaan suhu rata-rata musim panas-musim dingin yang sangat mencolok. Perbedaan suhu antara malam hari dan siang hari juga sangat mencolok.

·                     Laut Pedalaman Seto: Barisan pegunungan di wilayah Chugoku dan Shikoku menghalangi jalur tiupan angin musim, sehingga kawasan ini sepanjang tahun beriklim sedang.

·         Samudra Pasifik: Kawasan pesisir bagian timur Jepang mengalami musim dingin yang sangat dingin, namun tidak banyak turun salju. Sebaliknya, musim panas menjadi begitu lembap akibat tiupan angin musim dari tenggara.

·         Kepulauan Ryukyu: Kepulauan di barat daya Jepang termasuk Kepulauan Ryukyu beriklim subtropis, hangat sewaktu musim dingin dan suhu yang tinggi sepanjang musim panas. Presipitasi sangat tinggi, terutama selama musim hujan. Taifun sangat sering terjadi. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Jepang adalah 40,9 °C (105,6 °F) pada 16 Agustus 2007.






B.    ANALISA MASALAH
Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Sistem pendidikan Barat diterapkan di Jepang, dan ribuan orang Jepang dikirim ke Amerika Serikat dan Eropa untuk belajar. Lebih dari 3.000 orang Eropa dan Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang. Pada awal periode Meiji, pemerintah membangun jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta dengan harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji berkembang menjadi zaibatsu, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.

Industri ekspor utama Jepang adalah otomotif dan elektronik.Industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.oleh karna ketergantungan itu maka Negara jepang melakukan kerjasama dengan Negara penghasil minyak sebab Negara jepang tidak memiliki sumberdaya minyak.

Kawasan industri tersebar di sejumlah prefektur. Di wilayah Kantō, kawasan industri berada di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Di wilayah Tōkai,kawasan industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Di wilayah Kansai,kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Kawasan industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, kawasan industri berada di bagian utara Kyushu (Kitakyūshū)



                  
C.  KESIMPULAN
                         
Meskipun Negara jepang memiliki kekuatan fisik dan lingkungan yang tidak terlalu mendukung tetapi dengan melihat perusahaan Honda yang begitu sukses dengan cabang nya di berbagai belahan dunia maka ini membuktikan bahwa Negara jepang sukses dalam memaksimalkan sumber daya manusia dan juga modal nya maka jepang dapat memenuhi kebutuhannya dengan membentuk industrisasi di negaranya dan membuat penduduk yang memiliki tingkat keahlian yang baik.
     Peringkat jepang di tingkat internasional
·         Indeks Pembangunan Manusia - peringkat ke-8
·         Reporters Without Borders/Kebebasan Pers - peringkat ke-37
·         PDB per kapita - peringkat ke-22
                                                                                                            



D.   DAFTAR PUSTAKA
Donal A. Ball, Wendell H. McCulloch, Jr, Paul L. Frantz, J. Michael Geringer, MichaelS.Minor (2004) Bisnis Internasional: Tantangan Persaingan Global, Penerbit Salemba Empat,jakarta.
 International business environments and operations, Daniels JD & Radebaugh, LH. 1995.
Bisnis internasional, Buku Satu dan Dua, Alan M .Rugman, PPM,1993.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar